Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan pemaparan dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (10/6/2026). ANTARA.
Di sisi lain, pemerintah menilai kondisi ekonomi nasional hingga pertengahan 2026 masih menunjukkan ketahanan yang cukup kuat. Pertumbuhan ekonomi pada triwulan I-2026 tercatat mencapai 5,61 persen secara tahunan, sementara inflasi tetap terkendali dan surplus neraca perdagangan berlanjut selama 72 bulan berturut-turut.
Cadangan devisa nasional juga dinilai masih berada pada level yang aman untuk mendukung stabilitas ekonomi dan nilai tukar rupiah.
Dari sisi fiskal, realisasi pendapatan negara telah mencapai Rp1.185 triliun atau tumbuh 19,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara belanja negara mencapai Rp1.365,4 triliun atau meningkat 34,4 persen secara tahunan.
Adapun realisasi pembiayaan tercatat sebesar Rp379,4 triliun dengan pemerintah tetap menjaga defisit anggaran dan tingkat utang dalam batas yang aman dan terkendali.
Pemerintah menegaskan akan terus menjaga peran APBN sebagai instrumen penting dalam melindungi daya beli masyarakat, menjaga stabilitas ekonomi nasional, serta mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi dengan tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan fiskal.*
Sumber: Antara
(Red)


