Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar. ANTARA/
ZONASIONAL, JAKARTA – Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak seluruh umat Islam di Indonesia menjadikan peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah sebagai momentum untuk melakukan perubahan diri sekaligus memperkuat kehidupan sosial yang lebih harmonis dan berkeadaban.
Menurut Nasaruddin, makna hijrah tidak hanya sebatas perpindahan fisik yang dilakukan Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah, tetapi juga merupakan simbol perubahan besar dalam membangun masyarakat yang lebih terbuka, inklusif, dan berorientasi pada kemaslahatan bersama.
Ia menjelaskan bahwa sebelum datangnya Islam, kehidupan masyarakat Arab lebih banyak didasarkan pada ikatan kesukuan dan kelompok tertentu. Kehadiran Rasulullah SAW kemudian membawa konsep kehidupan umat yang mampu menyatukan berbagai latar belakang dalam satu tujuan bersama.
“Hijrah mengajarkan pentingnya membangun kebersamaan yang dilandasi kasih sayang, kepedulian sosial, dan visi masa depan yang lebih baik,” ujar Nasaruddin dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
Menag menilai masyarakat yang kuat tidak hanya dibangun oleh hubungan darah atau kepentingan kelompok, melainkan oleh nilai-nilai persaudaraan, kepemimpinan yang amanah, serta semangat saling menghormati dalam kehidupan bermasyarakat.


