Ilustrasi - Petugas melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) pada kendaraan di salah satu SPBU. ANTARA
Sementara itu, Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan, sebelumnya mengungkapkan bahwa pihaknya telah memberikan masukan kepada jajaran direksi agar mulai mempersiapkan penurunan harga BBM nonsubsidi secara bertahap mulai awal Juli 2026.
Usulan tersebut muncul setelah harga minyak mentah global menunjukkan kecenderungan melemah. Pada perdagangan terbaru, harga minyak mentah Brent berada di kisaran 74,8 dolar AS per barel, sedangkan WTI diperdagangkan sekitar 71,5 dolar AS per barel.
Meski demikian, Iriawan menegaskan bahwa kebijakan penyesuaian harga tetap harus melalui pembahasan bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta mengikuti mekanisme evaluasi yang berlaku.
Saat ini, harga BBM nonsubsidi masih berada pada level yang diberlakukan sejak 10 Juni 2026. Pertamax (RON 92) dipasarkan seharga Rp16.250 per liter, Pertamax Green 95 Rp17.000 per liter, Pertamax Turbo Rp20.750 per liter, Dexlite Rp23.000 per liter, dan Pertamina Dex Rp24.800 per liter.
Pertamina menilai mekanisme evaluasi harga secara berkala tetap diperlukan untuk menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen sekaligus menghindari perubahan harga yang terlalu sering akibat fluktuasi pasar minyak dunia.*
Sumber: Antara
(Red)


