Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (tengah) dalam taklimat media di Jakarta, Jumat (24/4/2026). ANTARA.
“Dana itu tidak hilang, tetap milik pemerintah dan bisa digunakan kapan saja. Ini justru langkah strategis untuk mendorong ekonomi,” jelasnya.
Dari sisi kinerja fiskal, hingga akhir Maret 2026, pendapatan negara tercatat mencapai Rp574,9 triliun atau tumbuh 10,5 persen secara tahunan. Peningkatan tersebut terutama didorong oleh kenaikan penerimaan pajak sebesar 20,7 persen.
Sementara itu, belanja negara juga mengalami peningkatan signifikan sebesar 31,4 persen, dengan defisit APBN tetap terjaga di level 0,93 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Purbaya menegaskan APBN tetap menjadi instrumen utama pemerintah sebagai penyangga (shock absorber) dalam menghadapi dinamika global, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian geopolitik.*
Sumber: Antara
(Red)

