Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) Edwin Hidayat Abdullah
Beberapa operator seluler di Indonesia sudah menyediakan layanan eSIM, sementara pemerintah mendorong masyarakat untuk memanfaatkannya demi kemudahan sekaligus perlindungan data pribadi.
Edwin mengungkapkan, saat ini sekitar 700.000 orang di Indonesia tercatat sebagai pelanggan eSIM biometrik, sejak diluncurkan Februari lalu.
eSIM yang tertanam langsung di dalam perangkat menawarkan berbagai keunggulan, baik bagi pengguna maupun operator. Selain meningkatkan keamanan data, teknologi ini juga mendukung ekosistem Internet of Things (IoT) serta efisiensi operasional industri telekomunikasi.
Migrasi ke eSIM juga sejalan dengan tren global, di mana banyak negara telah lebih dulu menerapkan teknologi ini. Diproyeksikan, pada 2025, perangkat berbasis eSIM di dunia akan mencapai 3,4 miliar unit, sementara di Indonesia adopsi eSIM masih harus didukung oleh para operator seluler.**
(Red/ANTARA)


