Arsip foto - Petugas menjunjukkan uang pecahan dolar AS dan rupiah di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Kamis (15/5/2025)./ANTARA
Sementara itu, dilansir dari Anadolu Agency, Senat Amerika Serikat telah mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Alokasi dan Perpanjangan Berkelanjutan 2026, dengan perolehan suara 60–40. RUU tersebut diharapkan mengakhiri penutupan pemerintahan terlama dalam sejarah AS, yang telah berlangsung hingga hari ke-41.
RUU itu mencakup paket pendanaan tiga tahun bagi lembaga dan program federal penting serta memulihkan posisi pegawai pemerintah yang terdampak. Setelah disetujui Senat, rancangan tersebut kini dikirim ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS untuk mendapatkan persetujuan akhir.
Ketua DPR AS, Mike Johnson, sebelumnya telah meminta para anggota parlemen untuk kembali bersidang sejak 19 September guna menyelesaikan krisis anggaran yang berdampak pada berbagai sektor, termasuk transportasi dan perjalanan udara di seluruh negeri.
Meski tekanan terhadap rupiah masih berlangsung, pelaku pasar berharap kepastian politik dan fiskal di AS dapat segera meredakan penguatan dolar, sehingga memberi ruang bagi stabilisasi nilai tukar rupiah dalam waktu dekat.*
(Red/Antara)


