ZONASIONAL – Analis Doo Financial Futures Lukman Leong memperkirakan nilai tukar rupiah berpeluang menguat terhadap dolar AS, didorong oleh harapan tercapainya kesepakatan tarif antara Amerika Serikat dan China.
“Rupiah diperkirakan kembali menguat setelah Trump kembali menyinggung soal kemungkinan kesepakatan dagang dengan China,” kata Lukman kepada ANTARA, Senin (5/5).
Pernyataan Trump disambut positif oleh China, yang menyatakan terbuka untuk melakukan negosiasi dagang. Sementara itu, pencabutan fasilitas bea masuk untuk barang impor kecil dari China dan Hong Kong oleh AS disebut tidak berdampak signifikan terhadap pasar karena nilai transaksinya relatif kecil, sekitar 5 miliar dolar AS per tahun.
Pencabutan aturan de minimis oleh AS dilakukan untuk mencegah penyelundupan opioid sintetis dan menutup celah yang merugikan bisnis lokal.
Di sisi lain, sentimen domestik yang membatasi penguatan rupiah adalah prediksi kontraksi ekonomi Indonesia sebesar -0,89 persen pada kuartal I-2025.
Dengan mempertimbangkan faktor global dan domestik, Lukman memperkirakan kurs rupiah akan bergerak di kisaran Rp16.400 hingga Rp16.500 per dolar AS.
Pada pembukaan perdagangan Senin pagi, rupiah tercatat menguat tipis sebesar 7 poin ke posisi Rp16.431 per dolar AS.***
(Red)


