Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek Ahmad Najib Burhani dalam kegiatan Kick Off Program Bestari Saintek dan Peluncuran Program Semesta Skema Pendanaan APBN Tahun 2026 di Jakarta, Rabu (29/4/2026). ANTARA.
Riset yang didanai tersebar di delapan sektor strategis. Sektor pangan dan pertanian menjadi yang terbanyak dengan 45 tim, disusul sosial humaniora, seni budaya, dan pendidikan sebanyak 30 tim. Sektor lain meliputi kemaritiman, teknologi informasi dan komunikasi, kesehatan, kebencanaan, energi baru terbarukan, serta material maju.
Sementara itu, Direktur Fasilitasi Riset LPDP, Ayom Widipaminto, menegaskan pentingnya akuntabilitas dalam penggunaan dana riset. Menurutnya, tantangan terbesar bukan hanya menyalurkan pendanaan, tetapi memastikan hasil riset dapat memberikan dampak nyata dan diadopsi oleh industri.
Di sisi lain, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, mengingatkan para peneliti agar tidak berhenti pada publikasi ilmiah semata. Ia menekankan bahwa riset harus terus dikembangkan hingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Riset tidak boleh berhenti di jurnal. Harus berkelanjutan dan berdampak,” tegasnya.*
Sumber: Antara
(Red)

