Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation Renitasari Adrian (kedua kiri) bersama pemeran film #KitaBerkebaya Andien (kiri), Maudy Ayunda (kedua kanan), dan Titi Radjo (kanan) memberikan keterangan pers tentang film pendek #KitaBerkebaya di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, Selasa (22/7/2025)/ANTARA
Pernyataan tersebut menjadi dasar spiritual dan historis yang menguatkan penetapan 24 Juli sebagai Hari Kebaya Nasional pada tahun 2023. Kowani kemudian menjadi motor utama penyelenggaraan peringatan pertama Hari Kebaya Nasional pada 24 Juli 2024 di Istora Senayan, Jakarta, yang dihadiri lebih dari 9.000 perempuan dari seluruh Indonesia dengan tema “Lestarikan Kebaya, dengan Bangga Berkebaya.”
Pengakuan Dunia dan Gerakan Budaya
Lebih dari sekadar perayaan nasional, kebaya kini juga telah memperoleh pengakuan sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO. Hal ini dicapai melalui kolaborasi lima negara Asia Tenggara, yaitu Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, dan Thailand.
Pengakuan internasional ini menegaskan nilai kebaya sebagai medium diplomasi budaya dan simbol solidaritas lintas bangsa. Selain sebagai warisan leluhur, kebaya menjadi alat diplomasi lunak yang mempromosikan kekayaan budaya Indonesia di panggung global.
Makna Strategis Hari Kebaya Nasional
Hari Kebaya Nasional memiliki makna lebih dari sekadar simbol budaya. Ia memuat nilai strategis yang menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat, antara lain:
-
Meningkatkan kesadaran budaya, terutama di kalangan muda, bahwa kebaya adalah bagian dari identitas nasional.
-
Mendorong pelestarian budaya, dengan membuka ruang ekspresi dan kreativitas dalam merancang dan mengenakan kebaya.
-
Menumbuhkan rasa nasionalisme dan kebanggaan terhadap keindahan budaya sendiri.
-
Mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan UMKM, khususnya pelaku industri kebaya, perajin bordir, penjahit, dan produsen aksesori lokal.


