Rezky mengungkapkan bahwa Kepala Kantor BPN tidak berada di tempat saat massa tiba, yang memperburuk suasana karena warga merasa tidak mendapat respons atas tuntutan mereka. Massa yang mulai berdatangan sejak pukul 10.00 WIB pun memaksa bertemu perwakilan instansi, hingga akhirnya memunculkan aksi lempar botol dan ketegangan fisik.
Akibat insiden tersebut, sejumlah orang mengalami luka ringan, termasuk dari kalangan sipil dan petugas keamanan kantor. “Tidak ada penangkapan. Namun ada pengamanan terhadap beberapa individu yang diduga memicu kericuhan. Kita akan periksa lebih lanjut,” tambah Rezky.
Sekitar pukul 14.00 WIB, massa akhirnya membubarkan diri secara perlahan, dan situasi di Kantor BPN Kota Bandung kembali kondusif.
Aksi ini menjadi penanda bahwa polemik lahan di Sukahaji terus memicu ketegangan di tengah lambatnya penyelesaian konflik agraria yang melibatkan masyarakat dan pihak berwenang.***
(Red)

