Bupati Bedas pun mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Pembina Pendidikan Karya Pembangunan (YPPKP) Kabupaten Bandung yang telah bersedia bekerjasama dalam program pembebasan ijazah yang tertahan ini. Termasuk kepada Forum Silaturahmi Pendiri dan Pengelola Sekolah Swasta Kabupaten Bandung yang memediasi kegiatan.
“Saya juga berharap melalui program kegiatan penyerahan ijazah ini, ke depan tidak ada lagi ijazah alumni sekolah yang tertahan atau tidak diberikan. Insya Allah saya selaku bupati akan selalu hadir menyelesaikan persoalan-persoalan pendidikan,” ungkap bupati yang akrab disapa Kang DS ini.
Sementara itu Ketua YPPKP Kabupaten Bandung Atty Rosmiati pun menghaturkan terima kasih kepada Bupati Bandung yang sudah memberikan win-win solution masalah ijazah yang tertahan bahkan sampai berpuluh-puluh tahun tidak terselesaikan.
“Tapi dengan adanya kebijakan dari Pak Bupati Bandung, kami sepakat untuk memberikan ijazah itu secara gratis. Artinya, masyarakat yang memang menitipkan ijazahnya di kami itu akan kami berikan kepada mereka tanpa dipungut biaya apapun,” kata Atty.
Bagaimana pun, kata Atty, sekolah swasta memerlukan pula dukungan dan partisipasi dari masyarakat untuk operasionalnya, termasuk pembangunan gedung sekolah. Tanpa partisipasi masyarakat, kata Atty, sekolah pun akan sulit untuk maju berkembang.
“Hak masyarakat atau siswa sudah kami berikan. Hanya saja tInggal kewajiban mereka yang masih kami nantikan. Dari 22 sekolah di bawah YPPKP, tunggakan alumni itu mencapai Rp2,8 miliar dari sekitar 8 ribuan ijazah,” ungkap Atty.*
Sumber : Diskominfo Kab. Bandung/FNC

