Warga memotret terik matahari di Denpasar, Bali, Rabu (5/2/2025)/ANTARA
Untuk mengurangi risiko kesehatan akibat paparan panas ekstrem, masyarakat diimbau untuk:
-
Memperbanyak konsumsi air putih agar terhindar dari dehidrasi.
-
Menghindari aktivitas berlebihan di luar ruangan saat siang hari.
-
Menggunakan pelindung diri seperti topi, payung, kacamata hitam, dan tabir surya.
-
Tidak melakukan pembakaran terbuka di lahan, hutan, maupun tempat pembuangan sampah.
Pemerintah daerah juga diminta sigap melakukan penyiraman darat di area rawan kebakaran guna mencegah insiden akibat suhu tinggi dan cuaca kering.
BMKG terus memperbarui informasi cuaca dan suhu harian yang bisa diakses masyarakat melalui aplikasi infoBMKG, situs resmi, serta media sosial resminya.
“Langkah antisipatif ini penting agar masyarakat tetap aman dan nyaman dalam menjalani aktivitas sehari-hari di tengah kondisi cuaca panas yang ekstrem,” tutup Zen.***
(Red/ANTARA)

