Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kanan) bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (kedua kanan) berbincang dengan petugas kesehatan di Puskesmas Sirnajaya, Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (23/7/2025)/ANTARA
ZONASIONAL, JAKARTA – Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) secara tegas mengimbau Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk tidak lagi melontarkan candaan atau gurauan yang bernada seksis dalam menjalankan tugas sebagai pejabat publik.
Peringatan tersebut disampaikan menyusul pernyataan Dedi Mulyadi yang viral saat mendampingi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam kunjungan penanganan kusta di Kabupaten Bekasi pada Rabu (23/07). Dalam kesempatan itu, Dedi diduga melemparkan candaan seksis yang mengarah kepada tubuh dan pengalaman perempuan, khususnya ibu-ibu penerima bantuan.
“Kami mengimbau KDM (Kang Dedi Mulyadi) untuk berhenti dan tidak mengulangi candaan dan gurauan seksis terhadap tubuh dan pengalaman perempuan,” kata Wakil Ketua Komnas Perempuan Dahlia Madanih, Sabtu (26/07), di Jakarta.
Komnas Perempuan menegaskan bahwa sebagai tokoh publik, Dedi Mulyadi memiliki tanggung jawab moral dan sosial dalam menjaga tutur kata dan sikap. Hal ini penting karena pejabat negara sering dijadikan panutan, termasuk oleh generasi muda.

