Ilustrasi - Seorang wanita sedang meminum air putih/Pexels/
Menurutnya, kurang minum air putih dapat menyebabkan dehidrasi kronis, yang memicu peradangan pada ginjal. Kondisi ini tidak hanya meningkatkan risiko penyakit ginjal kronis, tetapi juga dapat memperbesar peluang terkena diabetes dan hipertensi, dua penyakit yang erat kaitannya dengan kerusakan ginjal. “Ketika ginjal sudah kehilangan fungsinya, satu-satunya cara untuk menjaga kualitas hidup pasien adalah menjalani terapi cuci darah atau transplantasi ginjal,” ujarnya.
Data Kemenkes menunjukkan jumlah pasien penyakit ginjal di Indonesia terus meningkat. Pola hidup tidak sehat, seperti jarang minum air putih, konsumsi makanan tinggi garam, serta kurang aktivitas fisik menjadi faktor utama penyebab tingginya kasus gagal ginjal.
Ali Khomsan menambahkan, masyarakat perlu lebih sadar akan pentingnya menjaga kesehatan ginjal sejak dini. “Selain mengatur asupan cairan, masyarakat perlu menjaga pola makan seimbang, rutin berolahraga, dan melakukan pemeriksaan kesehatan berkala agar fungsi ginjal tetap optimal,” katanya.
Para pakar mengingatkan bahwa langkah pencegahan jauh lebih baik dibandingkan pengobatan. Menjaga asupan cairan yang seimbang sesuai kondisi tubuh menjadi salah satu kunci utama kesehatan ginjal.
(Red/ANTARA)


