Ilustrasi: Gunung anak Krakatau pantauan dari cctv PVMBG. ANTARA.
Badan Geologi mengimbau masyarakat, nelayan, dan wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah aktif karena berpotensi terjadi erupsi disertai lontaran material pijar maupun abu vulkanik.
Masyarakat yang berada di sekitar kawasan pesisir Selat Sunda juga diminta tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan serta mengikuti setiap informasi resmi dan arahan dari pemerintah daerah maupun petugas pemantau gunung api.
Seiring peningkatan status tersebut, pemerintah daerah bersama instansi terkait diminta memperkuat langkah mitigasi bencana, termasuk menyiapkan prosedur penanganan apabila aktivitas vulkanik kembali meningkat.
Badan Geologi memastikan pemantauan Gunung Anak Krakatau dilakukan secara terus-menerus selama 24 jam melalui jaringan seismik, pengamatan deformasi, serta pemantauan visual guna mendeteksi setiap perkembangan aktivitas vulkanik secara cepat dan akurat.*
Sumber: Antara
(Red)


