Tangkapan layar - Video yang disebut merekam aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda antara Provinsi Lampung - Banten, dan sudah dinyatakan Badan Geologi sebagai informasi palsu/Antara.
ZONASIONAL, BANTEN – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan video yang beredar luas di media sosial dan diklaim memperlihatkan erupsi terbaru Gunung Anak Krakatau dari atas kapal merupakan informasi palsu atau hoaks.
Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, mengatakan hasil verifikasi menunjukkan rekaman tersebut bukan berasal dari aktivitas vulkanik terkini Gunung Anak Krakatau yang berada di perairan Selat Sunda.
Menurut Lana, masyarakat diminta lebih berhati-hati dalam menerima maupun menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya. Seluruh perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau, kata dia, hanya diumumkan melalui kanal resmi Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), serta aplikasi MAGMA Indonesia.
Berdasarkan hasil pemantauan terbaru, aktivitas Gunung Anak Krakatau dalam beberapa hari terakhir hanya mencatat dua kali erupsi berskala kecil. Letusan tersebut terjadi pada 2 Juli dan 3 Juli 2026 dengan tinggi kolom abu sekitar 200 meter di atas puncak gunung.
Selain meluruskan informasi mengenai video viral, Badan Geologi juga membantah kabar yang menyebut radius bahaya Gunung Anak Krakatau diperluas menjadi lima kilometer.


