Ilustrasi - Kelelawar (Chiroptera) merupakan satwa pemakan buah/ANTARA
CDA menegaskan tidak menutup kemungkinan penerapan langkah-langkah tambahan apabila risiko epidemiologis terhadap Singapura meningkat.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga India pada Selasa membantah laporan yang menyebut adanya lima kasus virus Nipah di Benggala Barat. Pemerintah India menyatakan hingga kini baru dua kasus yang telah dikonfirmasi secara resmi.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sendiri memasukkan virus Nipah sebagai salah satu virus paling berbahaya di dunia. Hingga saat ini, belum tersedia pengobatan maupun vaksin khusus untuk menangani infeksi virus tersebut.
Virus Nipah diketahui terutama menyebar melalui kelelawar buah dan jenis kelelawar lainnya. Penularan ke manusia umumnya terjadi akibat konsumsi buah yang terkontaminasi air liur hewan terinfeksi, meskipun penularan juga dapat terjadi melalui hewan peliharaan.*
Sumber: Antara
(Red)


