Gunung Semeru erupsi dengan letusan setinggi 1.000 meter di atas puncak Mahameru, Kamis pagi (17/7/2025)/ANTARA
ZONASIONAL, JAWA TIMUR – Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas vulkanik dengan dua kali erupsi yang terjadi Kamis pagi (17/7/2025). Letusan pertama tercatat pukul 04.30 WIB dengan tinggi kolom abu mencapai 800 meter, disusul erupsi kedua pukul 07.42 WIB dengan kolom letusan setinggi 1.000 meter di atas puncak gunung.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukdas Sofian, melaporkan bahwa kolom abu berwarna kelabu tebal mengarah ke barat dan barat daya. “Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi hingga hampir tiga menit,” ujarnya.
Aktivitas Semeru dalam 24 jam terakhir juga mencatat 32 kali gempa letusan, 8 kali gempa embusan, serta sejumlah gempa tektonik lokal dan jauh.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mempertahankan status Gunung Semeru di Level II (Waspada). Masyarakat diminta tidak beraktivitas dalam radius 8 km di sektor tenggara dari puncak gunung, khususnya di sepanjang Besuk Kobokan. Selain itu, aktivitas juga dilarang dalam radius 3 km dari kawah aktif karena risiko lontaran batu pijar.
PVMBG juga mengimbau warga untuk waspada terhadap potensi awan panas, guguran lava, serta lahar hujan yang bisa mengalir melalui sungai-sungai yang berhulu di Semeru, termasuk Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan dampak signifikan terhadap pemukiman warga, namun otoritas setempat terus memantau situasi dan menyiagakan jalur evakuasi bila diperlukan.**
(Red/ANTARA)


