Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur Kompol Sri Yatmini di Mapolres Metro Jakarta Timur, Rabu (7/1/2026)/ANTARA
Polisi juga menemukan kondisi rumah yang dinilai tidak aman bagi anak-anak, dengan banyak peralatan berbahaya seperti colokan listrik dan kompor tanpa pengawasan orang dewasa. Selain itu, sebelum kejadian, ibu korban diduga terlibat pertengkaran dengan teman dekatnya yang tinggal serumah, dan peristiwa tersebut disaksikan oleh anak-anak.
Diduga setelah melihat pertengkaran tersebut, korban mengambil sebuah kursi kecil, memanjat ke arah balkon, lalu melompat dari lantai dua. Warga sekitar juga mengungkapkan bahwa ketiga anak tersebut kerap ditinggalkan sendirian di rumah dalam keadaan terkunci dari luar. Bahkan, tetangga sering memberi mereka makan dengan cara melempar makanan melalui balkon karena anak-anak mengaku lapar.
Saat ini, ketiga anak tersebut telah berada dalam perlindungan Unit PPA dan menjalani asesmen bersama Unit Pelaksana Teknis (UPT) PPA untuk memastikan pemulihan kondisi fisik dan psikologis mereka. Polres Metro Jakarta Timur masih mendalami kasus ini, termasuk peran dan tanggung jawab orang tua para korban.
Polisi mengimbau masyarakat agar segera melapor jika menemukan dugaan penelantaran anak di lingkungan sekitar melalui layanan darurat 110, agar kasus serupa dapat segera ditangani dan keselamatan anak-anak terjamin.
(Red/Antara)


