Massa tidak dikenal mengamati rumah Anggota DPR Surya Utama atau Uya Kuya yang berantakan di Pondok Bambu, Jakarta Timur, Minggu (31/8/2025)./ANTARA/
Peristiwa ini menjadi sorotan publik setelah video penjarahan viral di media sosial. Dalam rekaman, terlihat massa merobohkan pagar rumah, menerobos masuk hingga ke lantai dua, dan mengambil sejumlah barang. Suara teriakan “Hancurkan!” terdengar bersahut-sahutan di tengah kekacauan malam itu.
Kronologi dan Latar Belakang
Aksi ini terjadi setelah kontroversi video Uya Kuya yang berjoget di Gedung MPR/DPR viral bersamaan dengan pengumuman kenaikan tunjangan DPR RI, termasuk tunjangan rumah sebesar Rp50 juta per bulan. Dalam klarifikasinya, Uya Kuya menegaskan bahwa joget tersebut tidak ada kaitan dengan kebijakan kenaikan tunjangan DPR. “Kami hanya mengikuti irama lagu untuk menghargai musisi yang tampil,” ujarnya.
Kasus penjarahan ini juga memunculkan kekhawatiran akan meningkatnya aksi massa yang berujung anarki di tengah situasi politik yang memanas. Polisi menegaskan akan menindak tegas setiap pelaku penjarahan dan provokasi yang meresahkan masyarakat.***
(Red/ANTARA)


