Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto saat ditemui di Jakarta, Jumat (8/5/2026). ANTARA.
Terkait penyebab kendaraan berhenti mendadak di perlintasan, pihak kepolisian menyebutkan penyelidikan masih terus dilakukan. Dugaan sementara mengarah pada kemungkinan adanya pengaruh medan magnet atau medan listrik terhadap sistem kendaraan listrik tersebut.
Penyelidikan dilakukan bersama tim Pusat Laboratorium Forensik Polri serta Komite Nasional Keselamatan Transportasi yang melakukan investigasi secara paralel.
“Kami meminta masyarakat menunggu hasil resmi dari pendalaman yang sedang dilakukan,” kata Budi.
Sebelumnya diketahui, RRP baru bekerja sebagai pengemudi taksi Green SM sejak 25 April 2026 atau tiga hari sebelum kejadian. Dari hasil pemeriksaan, ia mengaku hanya mendapatkan pelatihan dasar selama satu hari terkait pengoperasian kendaraan listrik, termasuk cara menyalakan kendaraan, penggunaan lampu sein, dan fitur parkir.
Polisi kini masih mendalami apakah minimnya pelatihan turut berpengaruh terhadap insiden yang terjadi di perlintasan kereta tersebut.*
Sumber: Antara
(Red)

