Tangkapan layar - Perkembangan harga minyak goreng rakyat (MGR) atau Minyakita yang dipaparkan oleh Kementerian Perdagangan dalam Rapat Inflasi Daerah bersama Kementerian Dalam Negeri secara daring di Jakarta, Senin (23/6/2025). ANTARA
Sebagai langkah antisipasi, Kemendag telah berkoordinasi dengan Perum Bulog untuk membantu penyaluran Minyakita ke wilayah-wilayah yang masih mengalami kenaikan harga. Harapannya, sinergi antara BUMN dan swasta dapat menutup celah distribusi yang tidak merata.
“Kita mapping pasar-pasar di wilayah timur, seperti Papua. Kita pastikan kebutuhan di sana tercukupi, dan upaya distribusi dilakukan secara langsung oleh BUMN jika tidak ada pihak swasta,” jelas Mario.
Sementara itu, realisasi domestic market obligation (DMO) untuk Minyakita pada Mei 2025 tercatat sebesar 142.353 ton, dan hingga pertengahan Juni telah mencapai 98.269 ton. Seluruh realisasi DMO tersebut berbentuk Minyakita.
Sebagai perbandingan, harga minyak goreng kemasan premium saat ini justru naik sebesar 0,42 persen menjadi Rp22.367 per liter dibandingkan bulan sebelumnya.
Kemendag menegaskan komitmennya untuk terus memantau pergerakan harga dan memastikan distribusi Minyakita dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara adil dan merata.***
(Red)

