Jangankan untuk menghasilkan uang untuk diri sendiri, dengan bermusik maupun menyanyi juga bisa bersedekah dengan bernyanyi, sebagai contoh, bila ada bencana dan kita mau membantu tetapi kita tidak punya uang, maka teman teman bisa mengamen dengan membuat acara pengumpulan dana dengan bermusik, tandasnya.
“Apabila teman teman bisa menciptakan lagu yang enak didengar dan bisa dinyanyikan sama semua orang, sebaiknya diajukan hak cipta untuk melindungi lagu tersebut” saran lainnya disampaikan Vena buat semua jajaran KPJ.
Dikatakan Vena. Teman teman KPJ harus punya originalitas tersendiri, baik penampilan maupun hasil karya seninya sehingga bisa menyenangkan orang lain dengan lagu yang enak didengar, suara yang bagus sehingga mereka juga pasti dengan senang hati akan memberikan uang.
“Saya rasa semua anggota KPJ, sehari harinya sangat mungkin untuk menciptakan lagu” ujarnya berikan motivasi.
“Selama saya berkeliling Indonesia, sering bertemu dengan para pemusik yang kebanyakan berasal dari Bandung. Hal itu membuktikan bahwa orang Bandung banyak yang hobinya bermain musik ataupun menyanyi,” tambahnya.
“Jadi, orang Bandung sudah diakui dalam urusan musik bermusik. Akan tetapi bagaimana caranya meng-upgrade skill bermusik, salah satu caranya yaitu yang sekarang diadakan oleh KPJ dengan menggelar festival musik jalanan lomba ngamen solois” tukas Vena Andriawan.
Di penutup kata sambutan, Vena Andriawan mewakili Kepala Disbudpar Kab. Bandung secara resmi membuka Acara Festival Musik Jalanan Lomba Ngamen Solois.
“Dengan mengucapkan Bismillahi Rohman nir rahim, Festival Musik Jalanan Bedas Tahun 2025 secara resmi dibuka” tutup Vena sambil bunyikan senar gitar tanda simbolis dibukanya festival.
Sumber : KPJ Kab. Bandung/FNC

