Warga menyejukkan diri di air mancur umum untuk mengatasi suhu tinggi selama gelombang panas ekstrem yang memicu peringatan di 17 kota di seluruh negeri, di Milan, Italia, Kamis (25/6/2026)/ANTARA.
ZONASIONAL, ISTANBUL – Gelombang panas ekstrem yang melanda sejumlah wilayah Amerika Serikat dalam sepekan terakhir dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 25 orang. Di saat yang sama, sekitar 40 juta warga masih berada di bawah peringatan cuaca panas yang mencakup kawasan pantai timur, tenggara, hingga barat daya negara tersebut.
Berdasarkan laporan otoritas setempat, korban jiwa paling banyak tercatat di New Jersey dengan 22 kematian. Sementara itu, Illinois melaporkan satu korban meninggal dan Mississippi dua korban akibat kondisi cuaca yang sangat panas.
Selain suhu tinggi, Badan Cuaca Nasional Amerika Serikat (NWS) juga mengingatkan potensi badai petir yang dapat memicu angin kencang, hujan es, hingga banjir bandang di sejumlah wilayah pesisir timur setidaknya hingga awal pekan ini.
Peringatan banjir masih diberlakukan bagi sekitar 34 juta penduduk yang berada di wilayah Delaware, Connecticut, hingga Negara Bagian New York. Curah hujan di beberapa daerah diperkirakan dapat mencapai sekitar 7,6 sentimeter, meningkatkan risiko genangan dan banjir lokal.
Cuaca ekstrem tersebut turut mengganggu pasokan listrik di sejumlah negara bagian bagian timur setelah badai menyebabkan pemadaman yang memengaruhi ratusan ribu pelanggan.


