Indonesia yang mengusung mengejar gol bermain lebih agresif pada babak kedua. Mereka mengawali ancaman setelah wasit meniup peluit tanda pertandingan paruh kedua dimulai melalui Muhammad Syaifulah.
Permainan agresif Indonesia kemudian membuahkan hasil pada 10 menit terakhir pertandingan di mana mereka menghujani Argentina dengan serangan-serangan berbahaya.
Peluang Evan Soumilena pada menit ke-32 masih ditepis oleh Sarmiento. Setelah gagal di kesempatan pertama, Evan tak menyia-nyiakan kesempatan kedua beberapa saat setelahnya ketika ia melewati beberapa pemain sebelum kemudian memberikan umpan cantik kepada Guntur Sulistyo.
Guntur tak menunggu lama peluang emas yang ia dapatkan. Ia langsung melakukan tendangan first time untuk menjebol gawang Argentina untuk kedua kalinya. Indonesia memperkecil kedudukan menjadi 2-3.
Beberapa detik setelah mencetak gol, Guntur hampir membobol gawang Argentina lagi dalam waktu satu menit. Namun, sayangnya tendangannya masih digagalkan mistar gawang.
Hector Souto memilih bermain dengan power play pada lima menit terakhir pertandingan. Strategi ini langsung berjalan dengan baik ketika Ardiansyah Nur mampu menemukan celah di kotak penalti tim Tango dan hampir mencetak gol pada menit ke-36. Begitu juga dengan peluang Samuel Eko pada menit ke-37 yang gagal masuk ke gawang karena diblok oleh bek Argentina.


