Menteri Keuangan Sri Mulyani (kanan) dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjawab pertanyaan wartawan ketika meninjau Sekolah Rakyat Menengah Atas 10 Jakarta Selatan, Jakarta, Sabtu (9/8/2025)/ANTARA/
Tahun ini, MBG dialokasikan sebesar Rp71 triliun untuk 17,9 juta penerima manfaat yang terdiri dari 15,5 juta anak sekolah dan 2,4 juta ibu hamil, menyusui, serta balita. Namun, arahan Presiden Prabowo Subianto menetapkan target penerima diperluas menjadi 82,9 juta orang dengan layanan dari 32 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur umum.
Untuk memenuhi target tersebut, pemerintah menambah anggaran menjadi Rp171 triliun pada 2025, termasuk tambahan Rp100 triliun dari APBN Perubahan. Per 5 Agustus 2025, penyerapan anggaran MBG sudah mencapai Rp7,9 triliun, lebih tinggi dari proyeksi Badan Gizi Nasional (BGN) sebesar Rp6 triliun.
BGN memproyeksikan penyerapan anggaran akan terus meningkat:
-
Agustus: 50 juta penerima, penyerapan Rp9 triliun
-
September: 50 juta penerima, penyerapan Rp19 triliun
-
Oktober: 72 juta penerima, penyerapan Rp37 triliun
-
November: 75 juta penerima, penyerapan Rp59 triliun
-
Desember: total penyerapan Rp76 triliun
“Jadi anggaran makan bergizinya saja akan membutuhkan tambahan Rp24 triliun di luar yang sudah dianggarkan,” jelas Sri Mulyani.
Dengan perluasan cakupan dan dukungan anggaran yang masif, Program Makan Bergizi Gratis diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi nasional.***
(Red/ANTARA)

