Ilustrasi ponsel Samsung. Dalam gambar Samsung Galaxy S26 Ultra
Selama beberapa generasi terakhir, Samsung memilih mempertahankan kapasitas baterai yang sama dengan alasan menjaga keseimbangan antara performa, keamanan, dan desain perangkat. Pendekatan itu memungkinkan perusahaan menghadirkan ponsel dengan bodi yang tetap ramping tanpa mengorbankan standar keselamatan baterai.
Di tengah persaingan industri smartphone premium, sejumlah produsen mulai menawarkan baterai berkapasitas jauh lebih besar. Beberapa merek asal China bahkan telah menghadirkan perangkat flagship dengan baterai di atas 6.000 hingga 7.000 mAh, sementara Apple juga dikabarkan meningkatkan kapasitas baterai pada seri iPhone Pro Max generasi berikutnya.
Meski demikian, laporan tersebut menyebut Samsung masih akan menggunakan teknologi baterai lithium-ion konvensional untuk Galaxy S27 Ultra. Perusahaan belum berencana mengadopsi teknologi silikon-karbon yang belakangan mulai digunakan sejumlah produsen smartphone China karena mampu menghadirkan kapasitas lebih besar dalam ukuran fisik yang sama.
Keputusan mempertahankan teknologi baterai yang telah matang dinilai sebagai upaya Samsung untuk mengutamakan aspek keamanan, stabilitas, dan keandalan perangkat. Selain itu, penggunaan teknologi yang sudah terbukti juga dinilai dapat membantu mengendalikan biaya produksi sehingga harga perangkat tetap kompetitif.


