Ilustrasi - Pegawai menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di Bank Syariah Indonesia, Tangerang Selatan, Banten. ANTARA.
Meski demikian, otoritas Iran menegaskan bahwa pembicaraan tersebut belum menandai berakhirnya perang, melainkan masih dalam tahap awal menuju kesepakatan yang lebih komprehensif.
Sentimen positif dari perkembangan geopolitik ini turut berdampak pada pasar komoditas. Harga minyak dunia jenis WTI dilaporkan turun lebih dari 15 persen dan kembali berada di bawah 100 dolar AS per barel.
Di dalam negeri, penguatan rupiah juga tercermin pada kurs referensi Bank Indonesia melalui Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang naik ke level Rp17.009 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.092 per dolar AS.
Josua menilai meredanya tensi geopolitik global memberikan ruang bagi penguatan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, seiring menurunnya kekhawatiran pasar terhadap eskalasi konflik lebih lanjut.
Sumber: Antara
(Red)

