Seorang petugas saat melakukan metode PDKB di jaringan listrik dan ini, pekerjaan tetap berjalan tanpa menimbulkan padam, sehingga masyarakat bisa beraktivitas dengan nyaman. (ANTARA/HO-PLN UID Kalselteng)
Sementara itu, konsumsi listrik sektor industri meningkat 2,66 persen YoY menjadi 1.165 gigawatt hour (GWh). Pertumbuhan ini dipicu oleh kenaikan permintaan dari pelanggan industri menengah, terutama sektor makanan dan minuman, tekstil, pakaian jadi, serta industri karet dan plastik.
Transformasi menyeluruh yang dilakukan sejak 2020 dinilai sebagai kunci keberhasilan perusahaan. Menurut Darmawan, perubahan dari pola kerja birokratis ke pendekatan yang lebih business-like dan customer-oriented telah menciptakan efisiensi sistemik dan meningkatkan daya saing PLN.
“Transformasi ini memungkinkan PLN beradaptasi dengan cepat terhadap dinamika eksternal, sekaligus memastikan pasokan energi yang andal dan kompetitif demi mendukung keberlanjutan ekonomi nasional,” tegasnya.**
(Red/ANTARA)

