Melalui diferensiasi pembelajaran yang saya terapkan, saya menemukan hal baru bahwa dengan memetakan kemampuan anak memudahkan guru untuk memfasilitasi kebutuhan belajar mereka. Pemetaan dilakukan melalui asesmen diagnostik yang dilakukan di awal semester atau pun di awal pembelajaran materi baru.
Di akhir pembelajaran, saya melakukan refleksi dengan siswa. Refleksi merupakan bagian penting dari keutuhan sebuah proses pembelajaran. Dengan refleksi, siswa dan guru dapat memberikan umpan balik untuk peningkatan pembelajaran. Di bagian ini, siswa mengungkapkan 4F yang mereka dapatkan dalam pembelajaran yaitu Facts (Fakta), Feelings (Perasaan), Findings (Manfaat Pembelajaran), Future (Harapan).
Alhamdulillah anak-anak rata-rata bisa mengungkapkan pembelajaran yang mereka dapatkan dengan baik. Ditutup dengan penguatan dari guru, pembelajaran terasa lebih bermakna.
Salam guru penggerak. Tergerak, bergerak, dan menggerakkan.
(Mang Sambas)

