Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa (tengah) di sela konferensi pers APBN KiTa di Kantor Kemenkeu RI, Jakarta, Selasa (5/5/2026). ANTARA.
Sementara dari sisi penawaran, peningkatan terlihat pada sektor manufaktur, perdagangan, pertanian, konstruksi, serta akomodasi makanan dan minuman yang menopang kebutuhan domestik maupun ekspor.
Purbaya menyoroti pertumbuhan konsumsi rumah tangga yang mencapai 5,52 persen, meningkat dari sebelumnya 4,9 persen, dengan kontribusi lebih dari 54 persen terhadap perekonomian nasional. Hal ini menunjukkan daya beli masyarakat yang semakin membaik.
Selain itu, sektor perumahan juga mencatat pertumbuhan sebesar 3,54 persen. Pemerintah berencana mendorong sektor ini lebih cepat melalui stimulus yang tengah dikaji bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Ia menambahkan, perbaikan sistem layanan informasi keuangan membuka peluang bagi masyarakat untuk kembali mengakses pembiayaan perumahan, sehingga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan sektor properti ke depan.
Dengan kombinasi kebijakan fiskal, peningkatan konsumsi, serta dukungan sektor riil, pemerintah optimistis target pertumbuhan ekonomi 6 persen pada tahun ini dapat tercapai.
Sumber: Antara
(Red)

