Rudy Salim, Executive Chairman Prestige Aviation, menyebutkan bahwa harga satu unit EHang mencapai 535.000 dolar AS atau sekitar Rp8,7 miliar. Namun, biaya operasionalnya sangat ekonomis. “Sekali isi daya hanya sekitar Rp500 ribu, jauh lebih murah dibandingkan helikopter yang bisa habiskan Rp50 juta untuk 30 menit terbang,” jelasnya.
EHang 216-S telah mendapatkan izin uji terbang dari Kementerian Perhubungan dengan membawa penumpang. Uji coba di Phantom Ground Park PIK 2 berjalan lancar dan menjadi langkah awal menuju era transportasi udara modern di Indonesia.
“Target kami, pada 2028 EHang sudah resmi beroperasi di IKN, menjadi simbol mobilitas masa depan yang ramah lingkungan dan efisien,” tambah Bamsoet.**
(Red)

