perakitan kendaraan energi baru (NEV) milik BYD, produsen NEV terkemuka Tiongkok, di pabrik BYD di Zhengzhou, Provinsi Henan, China tengah. ANTARA/Xinhua/Li Jianan
Meski demikian, penjualan BYD pada Desember 2025 menunjukkan perlambatan. Secara global, perusahaan menjual 414.784 kendaraan penumpang pada bulan tersebut, turun 12,7 persen dibandingkan November 2025 dan turun 18,6 persen secara tahunan. Penjualan BEV pada Desember tercatat 190.712 unit, turun 8,2 persen, sementara PHEV mencapai 224.072 unit atau turun 25,7 persen dibandingkan Desember 2024.
Di sisi lain, pasar ekspor kembali mencetak rekor bulanan. Penjualan BYD di luar China selama Desember 2025 mencapai 133.172 unit, melonjak 133 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Jika digabungkan dengan kendaraan komersial dan bus, total penjualan BYD pada Desember 2025 mencapai 420.398 unit, sementara total penjualan sepanjang tahun 2025 tercatat 4.602.436 unit.
Sebagai informasi, BYD telah menghentikan produksi dan penjualan kendaraan berbahan bakar bensin murni sejak April 2022. Sejak saat itu, perusahaan sepenuhnya berfokus pada pengembangan dan pemasaran kendaraan listrik murni (BEV) serta plug-in hybrid (PHEV), yang kini menjadi tulang punggung pertumbuhan bisnisnya di pasar global.
(Red/Antara)


