perakitan kendaraan energi baru (NEV) milik BYD, produsen NEV terkemuka Tiongkok, di pabrik BYD di Zhengzhou, Provinsi Henan, China tengah. ANTARA/Xinhua/Li Jianan
ZONASIONAL, JAKARTA – Produsen kendaraan listrik asal China, BYD, mencatatkan kinerja penjualan solid sepanjang tahun 2025 dengan total penjualan mencapai 4.550.036 unit mobil penumpang secara global. Angka tersebut meningkat 7,1 persen dibandingkan capaian tahun 2024 yang berada di level 4.250.370 unit.
Mengutip laporan CarNewsChina, Kamis (1/1), pertumbuhan penjualan BYD ditopang oleh performa kuat segmen kendaraan listrik murni atau battery electric vehicles (BEV). Sepanjang 2025, penjualan BEV BYD mencapai 2.254.714 unit, melonjak 27,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kontribusi BEV terhadap total penjualan BYD tercatat sebesar 49,6 persen.
Sementara itu, penjualan plug-in hybrid electric vehicles (PHEV) tercatat sebanyak 2.288.709 unit selama 2025. Angka tersebut mengalami penurunan 7,9 persen secara tahunan, namun tetap menyumbang porsi terbesar dengan kontribusi 50,4 persen dari total penjualan kendaraan BYD.
Capaian penting lainnya datang dari pasar internasional. Untuk pertama kalinya, penjualan kendaraan BYD di luar China berhasil melampaui satu juta unit dalam setahun. Sepanjang 2025, penjualan luar negeri BYD mencapai 1.046.083 unit atau melonjak 150,7 persen dibandingkan tahun 2024, menegaskan agresivitas ekspansi global perusahaan.

