Logo aplikasi WhatsApp di ponsel pintar/Pexels
Wakil Presiden Eksekutif Komisi Eropa, Teresa Ribera, menegaskan bahwa Uni Eropa berkomitmen menjaga pasar AI tetap terbuka dan kompetitif. Ia menyatakan pentingnya mencegah perusahaan dominan menggunakan kekuatan pasarnya untuk menutup pintu bagi pesaing yang inovatif. “Kami perlu memastikan perkembangan AI benar-benar menghadirkan manfaat bagi warga dan bisnis Eropa,” ujarnya.
Komisi Eropa menambahkan bahwa tindakan cepat mungkin diperlukan untuk mencegah potensi kerugian jangka panjang bagi persaingan di sektor teknologi AI. Jika Meta dinyatakan melanggar aturan persaingan usaha, perusahaan itu terancam denda hingga 10 persen dari total pendapatan global tahunannya, serta sanksi lainnya.
WhatsApp membantah keras tuduhan tersebut. Dalam pernyataan resmi melalui email, juru bicara WhatsApp menegaskan bahwa API Bisnis tidak dirancang untuk menanggung beban yang ditimbulkan oleh chatbot canggih berbasis AI. Ia juga menekankan bahwa pengguna tetap memiliki banyak pilihan untuk mengakses chatbot dari penyedia lain melalui berbagai jalur, seperti aplikasi mandiri, mesin pencari, layanan email, hingga integrasi OS.
Penyelidikan kini masuk pada tahap awal, dan hasilnya akan menjadi salah satu kasus persaingan usaha paling menonjol dalam ekosistem AI di Eropa. Keputusan final Komisi Eropa diperkirakan menjadi preseden penting bagi aturan kompetisi digital di masa mendatang.*
(Red/Antara)

