Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi saat menyampaikan pernyataan pers di kediamaannya di Jakarta, Kamis (5/4/2026).ANTARA
Sementara itu, negosiasi kedua berlangsung dalam lima putaran pembicaraan. Menurut Boroujerdi, di tengah proses tersebut Amerika Serikat justru melancarkan serangan terhadap Iran pada Juni 2025.
Adapun negosiasi ketiga berlangsung secara tidak langsung di Jenewa dengan Oman bertindak sebagai mediator. Namun pembicaraan tersebut juga berakhir tanpa hasil setelah operasi militer antara kedua pihak terjadi.
Berdasarkan pengalaman tersebut, Boroujerdi menegaskan Iran tidak akan membuka ruang negosiasi baru dan akan terus melanjutkan konflik hingga mencapai kemenangan.
“Ini berkaitan dengan komitmen terhadap negosiasi dan jaminan bahwa proses tersebut berjalan sampai hasil. Untuk kali ini kami tidak akan menerima bentuk negosiasi apa pun dan kami akan mengejar perang ini sampai kemenangan Iran,” ujarnya.
Selain Indonesia, Presiden Vladimir Putin juga sempat menawarkan diri sebagai mediator. Menurut pernyataan Kremlin, Putin menyampaikan kesiapan Rusia menjadi perantara setelah menerima keluhan dari Presiden Uni Emirat Arab, Mohammed bin Zayed Al Nahyan, terkait situasi konflik di kawasan Timur Tengah.*
Sumber: Antara
(Red)

