Ilustrasi - Kapal tanker melintas di Selat Hormuz, Iran/ANTARA
ZONASIONAL, ISTANBUL – Pemerintah Iran menegaskan bahwa Selat Hormuz akan tetap terbuka untuk pelayaran internasional, namun dapat ditutup bagi negara-negara yang dianggap sebagai musuh.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh penasihat pemimpin tertinggi Iran, Ali Akbar Velayati, yang menegaskan bahwa arah akhir konflik akan ditentukan oleh strategi Iran, bukan oleh tekanan pihak luar.
“Perang akan berakhir dengan strategi dan otoritas Iran, bukan dengan ilusi para agresor,” ujar Velayati melalui media sosial.
Pernyataan ini muncul tak lama setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyebut bahwa kemampuan militer Iran, khususnya peluncur rudal dan drone, telah melemah signifikan. Trump juga memperkirakan konflik akan berlanjut selama dua hingga tiga pekan ke depan, meski diyakini mendekati akhir.
Di tengah ketegangan, Iran tetap mempertahankan kendali atas Selat Hormuz yang merupakan jalur vital distribusi energi global, terutama bagi negara-negara Asia. Teheran dilaporkan masih mengizinkan kapal dari negara-negara yang dianggap “sahabat” untuk melintas.

