ZONASIONAL – Pelatih Rajawali Medan Arif Gunarto mengaku senang melihat perkembangan pemain lokal milik klubnya, karena sudah mulai banyak berkontribusi untuk membantu tim dalam setiap pertandingan Indonesian Basketball League (IBL) 2025.
Menurut dia, para pemain lokal sudah bisa menunjukkan jati diri sebenarnya, sehingga perlahan melepaskan diri dari ketergantungan kepada pemain asing yang ada di dalam tim.
“Saya cukup senang dengan perkembangan tim, terutama para pemain lokal, karena mereka mulai lebih percaya diri, membuktikan diri, dan perlahan mengangkat tim ini,” kata Arif dalam laman IBL yang dikutip ANTARA di Jakarta, Kamis.
Ia menjelaskan, mentalitas anak asuhnya sudah perlahan terbentuk dan terasah, walaupun hingga 13 laga sejak awal musim belum pernah menang.
Lebih lanjut dia menjelaskan, seperti Darryl Winata yang tampil mengesankan, saat membukukan 20 poin melawan juara IBL 2024, Pelita Jaya Jakarta, pada Sabtu (22/3) lalu.
Sang pemain, ujar Arif, mulai menunjukkan tajinya selaku pemain yang bisa mengangkat moral bertanding bagi rekan-rekan setimnya yang lain, meski akhirnya harus kalah dengan skor 77-94.
“Seperti apa yang dilakukan Darryl pada pertandingan itu. Saya berikan kepercayaan dan dia berhasil menjawabnya,” ujar pelatih yang menggantikan peran Raoul Miguel Hadinoto sejak bulan lalu itu.
Arif selalu menekankan bahwa, timnya tidak boleh bergantung kepada pemain asing seperti Quintin Dove, yang selama ini menjadi mesin utama dalam mendulang poin.
Sebab, tambah dia, semua pemain harus berkontribusi poin di setiap pertandingan, sehingga lawan juga akan sulit untuk membendung serangan tim.
Rajawali Medan menjadi satu-satunya tim yang belum pernah menang dalam 13 laga yang sudah dilakoni atau hingga separuh musim babak reguler.
Julius Caesar Wongso dan kawan-kawan, kini menghuni dasar klasemen sementara IBL Gopay 2025, yakni peringkat ke-14.**
(Red)

